CD-60: Ada Apa dengan Salafy? (Menyoal antara Wahhabi, Jihad, & Terorisme)

CD-60: Ada Apa dengan Salafy?

(Menyoal antara Wahhabi, Jihad, & Terorisme)

ACD Cover CD-60Ada pertanyaan, “Mengapa harus bernisbat kepada salafi? Mengapa saya baru mendengar ada istilah salafi padahal sebelumnya saya belum pernah mendengarnya? Kalau memang salafi itu nisbah kepada Islam yang benar, mengapa tidak memakai nama muslim saja?”

Ada seorang mantan petinggi lembaga negara yang menyatakan bahwa aksi terorisme disebabkan oleh pengaruh faham Wahhabi. Ada pula sebagian munafiqin dalam Jaringan Islam Liberal (JIL) yang menuding terjadinya kekerasan dan pemahaman radikal itu disebabkan karena pelajaran Kitab At Tauhid karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab.

Media massa pun ramai memberitakan bahwa Saifuddin Zuhri—tokoh perekrut sukarelawan bom bunuh diri di Hotel Marriot II yang tewas ditembak tim Densus 88 Antitror pada Oktober 2009—adalah terpengaruh Salafi Muqbil atau pernah belajar kepada Syaikh Muqbil di Yaman.

Pelaku peledakan itu pun mengklaim aksinya sebagai jihad melawan orang-orang kafir dan bom bunuh diri sebagai mati syahid.

“Maka di sini perlu saya ingatkan bahwa Baca selebihnya »

CD-59: Wali Allah versus Wali Syaithan

CD-59: Wali Allah versus Wali Syaithan

ACD Cov 59 kcDi masyarakat, wali adalah gelar yang prestisius. Orang yang dianggap sudah mencapai derajat wali, segala tindakan dan ucapannya bak titah raja, harus diterima dan dilaksanakan meski tak jarang melanggar syari’at. Mestinya keadaan ini Baca selebihnya »

CD-58: Riba; Bahaya dan Bentuknya

CD-58: Riba; Bahaya dan Bentuknya

ACD Cov CD-58 BOrang yang ingin berkecimpung dalam jual-beli harus mengerti hukum tentang riba. Sebab kalau ia tidak mengerti hukum tentang riba maka Baca selebihnya »

CD-57: Etika Syar’i dalam Menyikapi Perselisihan Ulama dan Pedoman Menghadapi Fitnah

CD-57: Etika Syar’i dalam Menyikapi Perselisihan Ulama

dan Pedoman Menghadapi Fitnah

ACD Cov 57Para ulama bersepakat secara pasti akan kewajiban menjaga persatuan umat dan menjauhi perpecahan. Namun banyak ditemukan adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam berbagai perkara. Apa sebabnya? Baca selebihnya »

CD-29 (Edisi Revisi): Terorisme bukan Jihad; Mengungkap Kekeliruan Tindakan & Pemikiran Imam Samudera Beserta Jaringannya, Komplotan Nurdin M. Top, dan Kelompok yang Setipe dengan Mereka

CD-29 (Edisi Revisi): Terorisme bukan Jihad;

Mengungkap Kekeliruan Tindakan & Pemikiran

Imam Samudera Beserta Jaringannya,

Komplotan Noordin M. Top,

dan Kelompok yang Setipe dengan Mereka

ACD Cov CD-29 brPertengahan tahun 2009 tepatnya 17 Juli bangsa Indonesia dikejutkan dengan aksi peledakan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta. Melalui penyelidikan kepolisian terungkap bahwa pelaku bom bunuh diri yang tewas di hotel tersebut adalah dua pemuda muslim yang direkrut oleh kelompok teroris Noordin M. Top.

Aksi teror mengatasnamakan jihad berupa peledakan tempat umum di Indonesia mulai berkembang sejak “Bom Natal” tahun 2000. Yang dianggap terbesar adalah Bom Bali 2002 oleh kelompok Imam Samudera, Amrozi, Muklas cs—walhamdulillah ketiga pelaku utama telah dieksekusi mati oleh pemerintah RI pada 9 November 2008.

Mereka melakukannya dengan keyakinan yang mantap bahwa i Baca selebihnya »

CD-56: Dhowabith Al Jarh wat Ta’dil

CD-56: Dhowabith Al Jarh wat Ta’dil

Cov CD-56Sebelum menyimak kajian ini, sebaiknya memulai dengan kajian CD-54 Pengetahuan Dasar Ilmu Hadits (Penjelasan Al Manzhumah Al Baiquniyah) karena banyak istilah dalam ilmu hadits yang perlu diketahui sedangkan pada CD-56 ini penyebutan istilah tersebut kadang tanpa penjelasan maknanya.

CD ini mengkaji Kitab Dhowabith Al Jarh wat Ta’dil karya Dr. ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad Alu ‘Abdul Lathif, seorang pengajar di Universitas Islam Madinah.

Al Jarh secara istilah adalah pensifatan seorang rawi yang pensifatan ini mengharuskan pelemahan riwayatnya atau melemahkannya dan menolaknya. Sedangkan At Ta’dil adalah pensifatan seorang rawi yang mengharuskan diterima riwayatnya. Dengan kata lain Al Jarh wat Ta’dil menyangkut penolakan/pencacatan dan/atau rekomendasi terhadap kredibilitas (tingkat kepercayaan) seorang rawi.

Penerapan Al Jarh wat Ta’dil bukan perkara mudah yang bisa dilakukan oleh setiap orang. Banyak rincian pedoman dan kaidah dalam ilmu ini. Sebagai contoh ada kaidah umum bahwa “Al jarh mufassar muqaddamu ‘alat ta’dil,” artinya “Kritikan yang terperinci lebih didahulukan daripada rekomendasi”. Ternyata kaidah ini Baca selebihnya »

NASIHAT UNTUK IKHWAH

NASIHAT UNTUK IKHWAH

YANG MASIH MENGUNGKIT PERSELISIHAN MASA LALU

PADAHAL TELAH TERJADI ISHLAH 1]

Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain2]

Pertanyaan:

Salah satu rahmat Allâh subhânahu wa ta’âlâ yang terbesar bagi salafiyyîn saat ini di Indonesia adalah bersatunya barisan salafiyyîn yang dulunya berselisih. Yang ingin kami tanyakan adalah tentang adanya ikhwah yang terhitung masih baru dalam menuntut ilmu yang kadang masih mengungkit-ngungkit perselisihan yang dulu terjadi dan kadang masih menjelek-jelekkan salah satu ustadz. Apa nasihat untuk ikhwah yang seperti ini? Baca selebihnya »

Profil Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi (Update Rajab 1430 H)

Profil Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi (Update Rajab 1430 H)

Nama dan Nisbatnya

Nama beliau adalah Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi. Kunyah beliau (nama panggilan) adalah Abu Muhammad.

Lahir di Kota Makassar pada tanggal Baca selebihnya »

Galeri Herbal

Alhamdulillah, telah hadir www.galeriherbal.wordpress.com

CD-55 Thuruq Takhrijul Hadits

CD-55 Thuruq Takhrijul Hadits

cov-cd-55Thuruq Takhrijul Hadits merupakan perkara yang penting dan dibutuhkan oleh penuntut ilmu. Menghukumi sanad hadits, mempelajari rawi-rawinya apakah rawi yang diterima atau ditolak merupakan maksud dari mempelajari Takhrijul Hadits.

Takhrijul Hadits secara istilah mempunyai beberapa definisi, Baca selebihnya »